Logo PT je FeriasthamaJe Feriasthama – Saat ini kantor harus tampil dinamis dan menggairahkan untuk ditempati. Hal ini untuk memompa para karyawannya menghadirkan hasil terbaik atas karya-karyanya. Dinamis dan menggairahkan ini bisa ditampilkan dengan bermacam-macam nuansa. Salah satunya dengan nuansa home, office & gallery.

Di kawasan Tebet, Jakarta Selatan terdapat sebuah kantor yang bergerak di bidang biro arsitek bernama Je Feriasthama. Kantor ini didesain dengan nuansa rumah, kantor dan galeri. Kantor bergaya interior modern tropis ini menjadi semacam ‘meeting point‘ bagi banyak pihak di bidang arsitektur dan desain interior.

Secara fungsional, bangunan direncanakan menjadi sebuah kantor, galeri, sekaligus sebagai tempat tinggal sementara untuk para karyawan yang bermalam di sini. Bangunan ini terbagi atas area service dan produksi di lantai dasar, area galeri di lantai-2 dan ruang kerja di lantai-3.

Fungsi lainnya adalah sebagai tempat pertemuan serta berdiskusi mengenai berbagai ilmu rancang bangun dan berbagai hal kreatif. Maka tak mengherankan, jika konsep tersebut terbawa dalam desain setiap ruangan kantor.

Secara arsitektural, bangunan mengusung gaya modern tropis. Hal ini nampak dari penggunaan material-material alami dan bentuk bangunan yang mengedepankan prinsip-prinsip arsitektur tropis. Atap limasan, teritisan, overstek pada bukan maupun jendela merupakan wujud fisik dari penerapan arsitektur tropis yang direncanakan pada bangunan ini.

Penempatan ruang terbukanya berupa taman di tengah massa bangunan menjadikan seluruh bangunan mendapatkan sinar dan udara alami yang memadai. Untuk tata cahaya, menggunakan perpaduan antara pencahayaan alami pada siang hari dan pencahayaan buatan dari lampu pada waktu malam hari.

Pencahayaan buatan di bangunan ini dirancang dengan membaginya ke dalam dua jenis penerangan, yakni general lighting yang menggunakan lampu downlight untuk menerangi ruangan. Serta directlight dengan aplikasi pencahayaan sistem spotlight, untuk menerangi maket dan gambar-gambar karya proyeknya.

Konsep ruang galeri ditempatkan di lantai-2 yang merupakan area utama bangunan. Hal ini dikarenakan lantai-2 langsung berhubungan dengan tangga utama dan foyer sebagai area penerima.

Lantai-2 ini merupakan area yang berhubungan langsung dengan taman atau ruang terbuka di dalam bangunan. Dengan adanya pertemuan antara ruang luar dan ruang dalam memungkinkan untuk kebutuhan perluasan manakala saat ada event pameran dan memerlukan area tambahan.

“Hal utama yang didapat dengan adanya galeri di kantor ini adalah terciptanya sebuah kondisi dimana kami selaku perencana akan dapat terus mencari ide dari konten-konten yang ada di dalam galeri. Baik dari foto-foto karya, maket, maupun dari buku-buku yang berada di keseluruhan area galeri.” tutur Yose Ferdian, arsitek Je Feriasthama.

Banyak yang menarik dari kantor ini. Salah satunya adalah pengolahan di area tangga yang difungsikan sekaligus sebagai perpustakaan kecil. Trap-trap pada bagian tangga, dapat difungsikan sebagai area membaca. Orang yang tertarik bisa mengambil buku, duduk di anak tangga, kemudian membacanya dengan santai.

Terdapat banyak panel untuk memamerkan berbagai hasil rancangan bangunan karya mereka. “Kami dengan kantor ini dengan konsep galeri dan lounge. Dengan desain seperti itu, harapannya bisa digunakan oleh publik, tidak sebatas hanya pegawai di kantor ini.” ujar Yose.

Galeri ini dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan karya arsitektural dan desain bagi yang ingin mengerjakan proyeknya. Siapa pun bisa menggunakan area kantor ini, dengan membuat janji terlebih dulu.

Sumber: Majalah Asrinesia, edisi Mei 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *